Official Site: Home | Trailers | Gallery | Reviews



Fear of Censorship

Tadinya judul posting ini adalah "Fear of Ridiculous Censorship" terus saya ganti jadi "Fear of Ugly Censorship". Tapi saya kemudian sadar kalau censorship tidak membutuhkan embel-embel. Karena censorship sudah dari sananya "ridiculous" dan "ugly".

Film Pocong buatan Rudy Soedjarwo baru saja diputuskan oleh Lembaga Sensor Film tidak layak untuk untuk diedarkan karena "mengandung banyak adegan kekerasan" dan "mengandung unsur politis". Ada elemen di film Pocong yang melibatkan peristiwa kerusuhan Mei 1998 jadi menurut LSF film ini "politis". Ha? Bagaimana sih cara berpikir orang-orang tua di LSF itu? Terus kalau pun filmnya mengandung unsur politis emang kenapa? Bagaimana kita diharapkan bisa berkarya secara lebih kreatif kalau banyak rambu-rambu nggak penting yang harus kita perhatikan?

Posted by Joko Anwar 12:00 AM  

3 Comments:

  1. totot said...
    Pengalaman saya sih (bukan dalam perkara sensor ya), alasan atau argumen sesungguhnya seringkali gak nyambung dengan interpretasi, dugaan, tuduhan, atau gosip yang kemudian berkembang di luar. Yang saya gak ngerti, kenapa kita -- termasuk kalangan yang lebih muda, lebih educated, lebih progresif, lebih Barat -- gak mau membangun budaya dialog terbuka untuk "menyambung" miskomunikasi itu?

    Yang subur malah budaya gosip -- mungkin karena itu sinema religius dan infotaintment laku keras.... :-)

    Jangankan sampeyan yang filmmaker, saya yang cuma penonton di bioskop aja (abis gak ada yang ngundang nonton preview :-) kepingin banget tau secara PERSIS dan KOMPPREHENSIF, apa sih alasan atau argumentasi pelarangan itu?
    dj said...
    mungkin badan sensor kita sebenarnya sedang memulai gerakan 'festival badan sensor internasional' untuk nyari badan sensor yg paling kreatif dlm mencari ide2 bodoh sbg dasar penyensoran film orang... hehehe...
    Candra said...
    LSF KAN EMANG GILA... APALAGI SEMENJAK KEJADIAN EKSKUL MENANG, PADAHAL JANJI JONI SEMILYAR KALI LEBIH TERHORMAT!

Post a Comment